Bantimurung (8/6/2026) – Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Cenrana, Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung melakukan rapat maraton bagi pejabat fungsionalnya. Mengevaluasi dan menyusun rencana strategi untuk meningkatkan kinerja di sisa tahun 2026.
Pertemuan bagi pejabat fungsional: Manggala Agni, Polisi Kehutanan, Penyuluh Kehutanan, dan Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Rapat kerja yang berlangsung pada 2 s.d 4 Juni 2026 di ruang rapat SPTN Wilayah II.
Hari pertama, adalah giliran pasukan manggala agni. Mereka berbondong-bondong memasuki ruang rapat pagi itu. Wajah-wajah mereka nampak berseri, siap menumpahkan segala unek-unek dan strategi yang ada di kepala mereka. Bersiap siaga mencegah dan menghadapi permasalahan kebakaran hutan dan lahan di kawasan pelestarian alam, tempat mereka mengabdi – Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.
Nur Aisyah Amnur, Kepala SPTN Wilayah II Cenrana, memimpin rapat. Ia memberi sedikit wejangan, memaparkan kondisi personel Manggala Agni di matanya, kemudian ia mulai menggali pandangan dari setiap peserta rapat.

Diskusi dua arah kemudian mulai mengalir. Mulai berfokus membicarakan beberapa hal: jadwal siaga penanganan kebakaran, kesiapsiagaan peralatan, dan peningkatan soft skill pasukan pemadam kebakaran.
“Saya minta teman-teman Manggala Agni bersiap siaga menghadapi musim kemarau. Apalagi tahun ini ada El Niño. Jadi patut kita waspadai,” pungkas Nur Aisyah Amnur.
Nur Aisyah juga berharap agar pasukan pemadam api ini memperbaiki hubungan dengan mitra kerja baik itu Bhabinkantibmas, Babinsa, badan penanganan bencana daerah, hingga warga sekitar hutan. Mengedepankan pentingnya kolaborasi untuk menyelesaikan persoalan bersama yang dihadapi.
Pada akhir diskusi, peserta rapat melakukan voting untuk memilih pemimpin regu. Hasil voting memutuskan bahwa Rafliyanto menjadi Komandan Regu Manggala Agni di SPTN Wilayah II.
Hari berikutnya, tepatnya Rabu, 3 Juni 2026, menjadi giliran Polisi Kehunan lingkup SPTN Wilayah II berdiskusi. Melakukan evaluasi kegiatan perlindungan dan pengamanan di SPTN Wilayah II yang meliputi empat resor: Bantimurung, Pattunuang, Camba, dan Mallawa.

Pelaksanaan patroli berbasis Smart Patrol telah berjalan sejak April hingga Mei 2026. “Realisasi luasan wilayah yang telah dijangkau teman-teman pelaksana hingga Mei seluas 7 ribu hektar. Luasan tersebut telah memenuhi setengah dari target yang telah ditetapkan,” jelas Fahmiyadi Arsyad, Polisi Kehutanan Pelaksana, juga bertindak selaku admin aplikasi Smart Patrol taman nasional.
Nur Aisyah kemudian mengingatkan para punggawa resornya agar menjalankan upaya pencegahan pelanggaran kehutanan. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat sekitar hutan, baik ke sekolah-sekolah maupun masjid-masjid sekitar kawasan hutan.
“Beberapa resor yang saya pantau sudah melaksanakan edukasi kehutanan untuk generasi muda dengan melakukan Visiting to School. Kegiatan ini cukup berdampak dan silakan dilanjutkan. Utamakan koordinasi dan komunikasi intens untuk kelancaran kegiatan,” terangnya.
Hari terakhir, Kamis, 4 Juni 2026, menjadi giliran pejabat fungsional pengendali ekosistem hutan dan penyuluh kehutanan. Sedikitnya 14 personel pejabat tersebut berbincang dalam ruang rapat SPTN. Mereka saling bertukar pikiran dan menyamakan persepsi. Kepala SPTN Wilayah II dengan setia memimpin jalannya rapat pada pagi itu. Ritmenya sama: memberi wejangan, lalu mulai meminta interaksi peserta rapat. Menggali permasalahan dan menyusun strategi menyelesaikannya.
Pada sesi diskusi dengan penyuluh kehutanan, ditekankan pentingnya keaktifan pendamping kelompok binaan dan penyelesaian administrasi kelompok. Termasuk membantu anggota kelompok yang berminat mengikuti pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh BP2SDM Wilayah VI Makassar.
“Silakan diarahkan kepada anggota kelompok yang berminat. Ini kesempatan mereka mengembangkan diri,” tambah Nur Aisyah.
Pada sesi diskusi dengan pengendali ekosistem hutan lebih menekankan pada peningkatan skil personal. Terutama bagi yang baru menjabat sebagai P3K agar meningkatkan kemampuan diri. Menggeluti spesialisasi kemampuan tertentu.
“Saya menyarankan kepada teman-teman pengendali ekosistem hutan dan penyuluh kehutanan untuk melatih skill menulis dan fotografi. Tujuannya untuk menyebarluaskan potensi kawasan kita. Menyebarkannya baik melalui media sosial maupun artikel populer,” saran Taufiq Ismail Al Pharepary, Pengendali Ekosistem Hutan Muda.
Senada dengan anjuran Nur Aisyah pada setiap sesi rapat tematiknya. Mengingatkan setiap pejabat fungsional untuk mengabadikan setiap momen pelaksaaan tugas lapangan. Mulai dari gambar, video, hingga catatan kecil sebagai bahan laporan dan publikasi kelak.
Semoga dengan rapat ini para punggawa taman lebih termotivasi untuk lebih maksimal bergiat di lapangan. Menjadi ujung tombak aksi-aksi konservasi untuk bumi yang lebih hijau.
“Selamat bertugas ya kawan-kawan! Tetap semangat dan utamakan keselamatan kerja,” tutup Nur Aisyah.
Penulis: Ramli, S.Hut. – PEH Ahli Muda Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung