Temu Usaha : Selangkah lebih Produktif

“O becce, mauka olah ini aren jadi produk yang kemasan, tapi tidak tauka caranya, tidak ada tong alatku. Kira2 ada saranta?”, sepenggal cerita yang menjadi latar belakang temu usaha ini.

(dikutip dari paparan narasumber, 2026)

Gambar 1 Temu Usaha Pengembangan Usaha Produk dihadiri oleh Kelompok Tani Hutan Binaan

Selasa (14 April 2026), kelompok tani binaan telah menjadi selangkah lebih produktif. Di ruang rapat Helena Balai TN Bantimurung Bulusaraung, lima kelompok tani hutan binaan mengikuti kegiatan temu usaha pengembangan usaha ekonomi produktif. Kegiatan ini dipandu oleh Penyuluh Kehutanan Pertama, Edy Kyoto, S.Hut. Temu usaha ini bertujuan untuk meningkatkan pengembangan usaha kelompok dan memberikan bimbingan teknis Bantuan usaha ekonomi produktif.

“kami berharap bantuan ini dapat memberikan stimulus bagi kelompok dan usaha serta produk dapat berkembang,” Harapan disampaikan oleh Kepala Balai, Abdul Rajab, S.T.P., M.P dalam sambutannya. Bantuan Usaha Ekonomi produktif ini diberikan kepada kelompok sebagai stimulan untuk meningkatkan kapasitas usaha kelompok. Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, kelompok dapat meningkatkan nilai penting produk hasil hutan bukan kayu di sekitar wilayahnya bernilai jual lebih tinggi.

Kelompok yang hadir mewakili 5 Desa penyangga di sekitar kawasan TN Bantimurung Bulusaraung. Kelompok Tani yang berasal dari Maros sebanyak 4 (empat) kelompok antara lain KTH Appoleng Dalle dari Desa Samaenre, Mallawa; KTH Gattareng Lestari dari Desa Gattareng Mattinggi, Mallawa; KTH Timpuseng, dari Desa Timpuseng, Camba; dan KTH Hijau Lestari dari Desa Laiya, Cenrana. Selain itu, KTH dari Kabupaten Pangkep sebanyak 1 (satu) kelompok yaitu KTH Tire Planter dari Desa Tompobulu, Balocci. Masing – masing kelompok didampingi oleh Pemerintah Desa sebagai support system.

Gambar 2 Pemaparan Ilustrasi pengembangan usaha produk oleh Arini Puspita Lestari (Penyuluh Kehutanan Muda)

Dalam paparannya, Arini Puspita Lestari, S.Hut., M.I.Kom (Penyuluh Kehutanan Muda), menggambarkan bagaimana proses pengembangan usaha produk oleh kelompok dengan stimulan berupa Bantuan. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi solusi dari permasalahan yang dihadapi kelompok seperti peningkatan nilai produk, peningkatan ekonomi kelompok, hingga pemasaran. Arini juga memberikan gambaran melalui ilustrasi bergambar terkait kegelisahan kelompok dalam pengembangan produknya.

Gambar 3 Ilustrasi percakapan pengembangan produk melalui program BUEP (diadaptasi dari paparan narasumber, 2026 | generated by AI)

 

Penulis : Erista Murpratiwi, S.Hut., M.Eng., M.Sc | Penyuluh Kehutanan Ahli Madya

penandatangan kerja sama fasilitasi pengembangan usaha
pemaparan proposal atau rencana kerja kelompok dalam pengembangan usaha produk
Tags :

Bagikan :