Makassar, 27 Februari 2026 – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (Balai Besar KSDA Sulsel) menggelar Workshop Persiapan Penelitian Populasi Macaca maura atau Monyet Dare di Hotel Harper Perintis Makassar, Jumat (27/2/2026). Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Ir. Hasnawir, S.Hut., M.Sc., Ph.D., Kepala Balai Besar KSDA Sulsel, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya data populasi akurat sebagai dasar pengelolaan konservasi primata endemik Sulawesi Selatan tersebut.

Kegiatan yang bertujuan untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kapasitas teknis personel ini merupakan langkah awal dari rangkaian penelitian populasi primata endemik Sulawesi Selatan tersebut. Fokus utama workshop adalah menerapkan metode survei yang terstandarisasi agar diperoleh data populasi yang akurat. Data ini nantinya akan menjadi fondasi penting dalam menyusun strategi pengelolaan konservasi Monyet Dare di masa depan.

Dalam workshop ini, BBKSDA Sulsel menghadirkan dua narasumber utama. Sesi pertama diisi oleh Prof. Dr. Ir. Ngakan Putu Oka, M.Sc., Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (UNHAS), yang memaparkan gambaran umum populasi Monyet Dare di Provinsi Sulawesi Selatan serta metode inventarisasi yang dapat digunakan. Sesi kedua menghadirkan Abdul Rajab, S.T.P., M.P., Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (Balai TN BABUL). Beliau berbagi pengetahuan mengenai konservasi, populasi Monyet Dare di kawasan TN BABUL, serta memaparkan berbagai penelitian atau studi yang telah dilakukan di kawasan tersebut.

Setelah pemaparan materi, acara dilanjutkan dengan diskusi dan persiapan tindak lanjut penelitian yang dipandu oleh Eru (D-14) Nurfilmarasa Dahlan, S.Hut., M.T., M.Sc., Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Sulsel. Rangkaian kegiatan diakhiri penutupan dan buka puasa bersama. Workshop ini diharapkan dapat menghasilkan sinergi yang kuat antara peneliti, akademisi, dan pengelola kawasan dalam upaya pelestarian Monyet Dare yang terancam punah.
–Tim Kerja Suaka Tarsius Makassar–