Balai Taman Nasional (TN) Bantimurung Bulusaraung menerima laporan dugaan pesawat hilang kontak di perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1) pukul 13.17 WITA. Pesawat tersebut merupakan ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dengan rute penerbangan Yogyakarta–Makassar.

Berdasarkan koordinat terakhir 04°57’08’’ LS dan 119°42’54’’ BT, hasil pemetaan menunjukkan lokasi berada di dalam kawasan TN Bantimurung Bulusaraung. Menindaklanjuti laporan tersebut, Balai TN Bantimurung Bulusaraung memobilisasi tim rescue yang terdiri dari personel resor, seksi, dan Manggala Agni untuk bergabung dalam Tim SAR Gabungan bersama Basarnas, TNI, dan Polri.

Operasi pencarian dilakukan di wilayah Kabupaten Maros dan Pangkep dengan pembagian beberapa sektor. Penyisiran difokuskan ke kawasan Bulu Lampeso (Cenrana, Maros), Gunung Bulusaraung (Tompobulu, Balocci, Pangkep), serta Bulu Lampeso dan Gunung Abbo (Leang-Leang, Maros). Pada Sabtu dini hari, Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing di Desa Tompobulu sebelum melanjutkan pencarian.

Hasil penyisiran pada beberapa grid awal dinyatakan nihil sehingga dilakukan perluasan area pencarian. Dalam perkembangan selanjutnya, tim menemukan serpihan yang diduga bagian pesawat di puncak Gunung Bulusaraung. Namun, bagian utama pesawat belum ditemukan. Pencarian udara belum dapat dilakukan secara optimal akibat kondisi kabut tebal.
Pada Minggu (18/1), operasi pencarian dipusatkan pada dua posko induk, yakni Posko Hutan Diklat Bengo (Maros) dan Posko Induk Desa Tompobulu (Pangkep). Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Balai TN Bantimurung Bulusaraung, relawan, dan Mapala kembali dikerahkan. Dalam penyisiran lanjutan, tim menemukan benda yang diduga jendela pesawat di Puncak 2 Gunung Bulusaraung.
Pantauan udara terbaru mengidentifikasi adanya objek besar yang diduga bagian utama pesawat. Lokasi tersebut ditetapkan sebagai sektor prioritas, dan tim darat bergerak menuju titik tersebut.

Proses evakuasi direncanakan melalui jalur bawah menggunakan teknik rappelling menuju area yang lebih aman. Apabila kondisi cuaca memungkinkan, evakuasi melalui jalur udara menggunakan helikopter TNI akan dilakukan. Operasi SAR dihentikan sementara pada malam hari dan dilanjutkan kembali keesokan pagi dengan pergantian personel.
Balai TN Bantimurung Bulusaraung terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait serta mengutamakan keselamatan personel. Keluarga korban diimbau untuk tetap bersabar dan bersiaga di Makassar, karena proses identifikasi korban akan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Hingga Senin (19/1) pukul 18.00 WITA, tim gabungan pencarian dan evakuasi di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, melaporkan telah ditemukan korban kedua berjenis kelamin perempuan. Korban ditemukan di lereng gunung sekitar 400 meter dari puncak.
Proses evakuasi korban pertama yang berada di pinggir tebing puncak Gunung Bulusaraung oleh Tim 4 dialihkan dengan menuruni puncak dan direncanakan melalui jalur Lampeso – Kampung Baru – Hutan Pendidikan. Tim 4 dibagi menjadi dua regu, masing-masing menyusuri jalur Lampeso menuju Kampung Baru dan area sekitar tebing, akibat kendala fisik personel dan beratnya medan. Tim melalui jalur Lampeso juga sempat mengalami keterbatasan ransum, sehingga dilakukan pengiriman logistik melalui jalur Hutan Pendidikan.

Berdasarkan hasil briefing pukul 21.30 WITA, disepakati bahwa pembagian tim pencari hari berikutnya tetap melibatkan 25 persen personel dari hari sebelumnya. Pelaporan tim dijadwalkan Selasa pagi pukul 06.00 WITA dan dilanjutkan apel di halaman masjid. Setiap penemuan korban dan serpihan pesawat akan ditangani sesuai prosedur oleh DVI dan BASARNAS, dengan pelaporan operasional hanya dilakukan oleh ketua tim ke posko induk.

Operasi hari ini terkendala cuaca yang membatasi jarak pandang serta medan yang ekstrem. Opsi evakuasi selanjutnya direncanakan melalui jalur puncak dan jalur pendakian, dengan tim dipersiapkan untuk menginap di Pos 9. Seluruh personel dilarang menyebarluaskan foto atau video kondisi korban di luar ketentuan yang berlaku.
-Tim Humas dan Medsos Balai TN Bantimurung Bulusaraung-