Bantimurung dan Cerita Kolaborasi Menjaga Alam Bersama Menteri Kehutanan

Rabu, 28 Januari 2026 – Kawasan Wisata Alam Bantimurung, Kabupaten Maros, menjadi lokasi kunjungan kerja Menteri Kehutanan dalam rangka meninjau langsung pengelolaan kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sekaligus destinasi wisata alam unggulan Sulawesi Selatan. Setibanya di Bantimurung, Menteri bersama rombongan melanjutkan peninjauan ke kawasan Goa Batu yang berada di dalam kawasan wisata alam tersebut.

Penyambutan dengan pengalungan kain tenun Sulawesi

Kegiatan diawali dengan  sambutan Kepala Balai yang menekankan pentingnya keberadaan taman nasional sebagai ruang konservasi,pengatur tata air, edukasi, dan wisata alam. Bantimurung yang dikenal luas sebagai The Kingdom of Butterfly terus menunjukkan perkembangan positif, ditandai dengan meningkatnya jumlah spesies kupu-kupu. Capaian ini tidak lepas dari kerja keras pengelola kawasan, kader konservasi, serta dukungan masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kehutanan menyampaikan belasungkawa atas musibah jatuhnya pesawat ATR 42-500. Menteri juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi, termasuk jajaran taman nasional dan tim gabungan yang turut membantu di lapangan.

Menteri Kehutanan bersama unsur pemerintah, aparat, dan para tamu undangan mengikuti rangkaian kegiatan kunjungan kerja di Kawasan Wisata Alam Bantimurung

Menteri juga mengapresiasi upaya Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dalam menjaga kelestarian kupu-kupu sebagai ikon Bantimurung. Di sisi lain, Menteri juga memberikan perhatian terhadap fasilitas pendukung wisata. Ia menekankan perlunya peningkatan sarana, khususnya fasilitas toilet dan akses jalan yang masih licin akibat lumut, demi kenyamanan dan keselamatan pengunjung. Pemerintah daerah diharapkan dapat berkolaborasi dalam upaya renovasi dan peningkatan fasilitas kawasan.

Apresiasi juga disampaikan kepada para kader konservasi yang selama ini berperan aktif mendukung pengelolaan kawasan. Menurut Menteri, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga taman nasional agar tetap lestari. Ia pun mengenang pengalamannya pernah berkunjung ke Bantimurung saat masih menjadi mahasiswa, yang hingga kini meninggalkan kesan mendalam.

Menteri kemudian memberikan piagam penghargaan kepada pihak pihak yang membantu dalam evakuasi pesawat ATR42-500 yaitu kepada Kepala Desa dan masyarakat Tompobulu Pangkep, KPE Dentong, Kepala Desa dan masyarakat Rompegading, Kader Konservasi, KPE Bantimurung, KPE Pajokka Balocci dan Yayasan Bumi Toala.

Penyerahan Piagam penghargaan kepada pihak pihak yang membantu proses evakuasi pesawat ATR42-500

Menteri mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian taman nasional sebagai warisan alam yang bernilai ekologis dan sosial. Kegiatan kunjungan ditutup dengan pelepasliaran kupu-kupu serta burung endemik Sulawesi sebagai simbol komitmen bersama terhadap pelestarian keanekaragaman hayati.

Kunjungan ini turut dihadiri oleh Bupati Maros, Bupati Pangkep, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Kepala Basarnas Makassar, perwakilan kepolisian, kepala dinas pariwisata, pengelola geopark, unsur potensi SAR, kader konservasi, pemerintah desa, akademisi, serta komunitas dan organisasi pemerhati lingkungan.

-Tim Humas dan Medsos Balai TN Bantimurung Bulusaraung-

Tags :

Bagikan :